Entri Populer

Senin, 11 April 2011

FUNGSI CTRL+ A-Z

Shortkey adalah sebuah link untuk apa pun yang dapat diakses pada komputer anda atau dalam jaringan, seperti program, file forder, disk drive, halaman website, printer, atau komputer lain. Anda dapat meletakan shortcut di mana saja, seperti pada desktop, menu start, atau dalam suatu folder.
dibawah ini adalah kumpulan shortkey yang dapat di pergunakan untuk menggantikan perintah – perintah yang ada di tool bar pada aplikasi Microsoft Word.
FUNGSI CTRL+ A-Z
1. CTRL +A = menyorot seluruh dokumen
2. CTRL+ B = Blod/ Menebalkan teks. Contoh: Ini tebal

3. CTRL+C = Copy
4. CTRL+D – Mengubah format huruf. Ini akan memunculkan kotak dialog yang berkaitan dengan pemformatan huruf secara lengkap.
5. CTRL+E= Membuat teks menjadi rata tengah
6. CTRL+F= Find/ Mencari teks atau objek spesial lainnya dalam dokumen
7. CTRL+G= Go to/ pergi ke halaman
8. CTRL+H= Replace
9. CTRL+I= italic/ memiringkan teks
10. CTRL+J= Membuat teks menjadi rata kiri kanan
11. CTRL+K=
12. CTRL+L= Membuat teks menjadi rata kiri
13. CTRL+M= Menambah margin pada sebelah kiri
14. CTRL+N= Membuat dokumen baru
15. CTRL+O= membuka dokumen
16. CTRL+P= print/ mencetak halaman
17. CTRL+Q= Menghilangkan semua format yang telah dilakukan sehingga menjadi biasa / tanpa pemformatan
18. CTRL+R= Membuat teks menjadi rata
19. CTRL+S= Menyimpan halaman
20. CTRL+T= Menambahkan indent menggantung
21. CTRL+U= Underline/ menggaris bawahi
22. CTRL+V= paste/ tempel
23. CTRL+W= Menutup dokumen. Jika dokumen belum disimpan, akan muncul kotak 
dialog yang menanyakan apakah dokumen ingin disimpan atau tidak.
24. CTRL+X= Cut/ memotong dokumen
25. CTRL+Y= Redo
26. CTRL+Z = Undo

FUNGSI CTRL+SHIFT+A-Z
1. CTRL+SHIFT+A – Mem-format teks menjadi huruf kapital semuanya
2. CTRL+SHIFT+ C Meng-copy / menduplikat “FORMAT” dari teks
3. CTRL+SHIFT+D – Menambahkan garis bawah dobel. Contoh: ini garis bawah
4. CTRL+SHIFT+F= Merubah jenis huruf
5. CTRL+Shift+G= mengetahui jumlah karakter
6. CTRL+SHIFT+H – Memformat teks menjadi tidak terlihat (hilang)
7. CTRL+SHIFT+K – Memformat teks menjadi huruf kecil semuanya
8. 20. CTRL+SHIFT+M= Menghilangkan tambahan margin kiri setelah di CTRL+M
9. CTRL+SHIFT+N – Menerapkan style Normal
10. CTRL+SHIFT+P= Merubah ukuran huruf
11. CTRL+SHIFT+Q – Mengubah teks menjadi berjenis huruf simbol
12. CTRL+SHIFT+S – Mengubah style teks
13. CTRL+SHIFT+T – Mengurangi jarak indent menggantung
14. CTRL+SHIFT+W – Menambahkan garis bawah hanya pada teksnya saja, bukan pada spasi antar kata. Contoh: ini garis bawah
15. CTRL+SHIFT+V = Menyisipkan format teks setelah di CTRL+SHIFT+C
CTRL+SHIFT+ (ENTER, SPACEBAR, HOME, END, >, <, +, *)
1. CTRL+SHIFT+ENTER = Membuat bagian dokumen baru

2. CTRL+SHIFT+ SPACEBAR = Membuat spasi yang tidak bisa dipisahkan
3. CTRL+SHIFT+ HOME = Menyorot hingga ke awal dokumen

4. . CTRL+SHIFT+END= Menyorot hingga ke akhir dokumen
5. CTRL+SHIFT+> – Memperbesar ukuran huruf
6. CTRL+SHIFT+< – Memperkecil ukuran huruf
7. CTRL + SHIFT + “+” – Menempatkan teks pada posisi pangkat atas. Contoh: 52 = 25
8. CTRL + SHIFT + * – Menampilkan huruf-huruf yang tidak terlihat atau yang tidak dapat dicetak

FUNGSI CTRL+SHIFT+F1-F12
1. . CTRL+SHIFT+F3 – Menuliskan isi dari Spike (entry AutoText spesial)
2. CTRL+SHIFT+F5 – Mengedit bookmark. (membuka kotak dialog bookmark)
3. CTRL+SHIFT+F6 – Pindah ke jendela dokumen yang lain (jika pada saat bersamaan, membuka lebih dari satu file Word)
4. CTRL+SHIFT+F7 – Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
5. CTRL+SHIFT+F8 – kemudian tekan tombol panah Menyorot teks secara vertikal
6. CTRL+SHIFT+F9 – Menghilangkan hubungan sebuah link
7. CTRL+SHIFT+F8 – kemudian tekan tombol panah Menyorot teks secara vertikal
8. CTRL+SHIFT+F9 – Menghilangkan hubungan sebuah link
9. CTRL+SHIFT+F11 – Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
10. CTRL+SHIFT+F12 – Membuka kotak dialog Print. Sama dengan CTRL+P

FUNGSI F1-F12
1. F1 – Membuka panduan micros#ft Word
2. F2 – Memindahkan teks/gambar. Pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, tekan F2, klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, tekan ENTER
3. F3 – Memasukkan AutoText
4. F4 – Mengulangi proses / pengetikan yang terakhir dilakukan
5. F5 – Membuka kotak dialog pencarian (cara singkat menuju bagian tertentu di dalam dokumen)
6. F6 – Menuju ke frame / panel berikutnya
7. F7 – Membuka kotak dialog Spelling and Grammar
8. F8 – Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
9. F9 – Mengupdate field yang dipilih / disorot
10. F10 – Mengaktifkan bar menu untuk diakses oleh keyboard
11. F11 – Menuju ke field berikutnya
12. F12 – Menyimpan dokumen dengan nama baru. Ini sama dengan meng-klik menu File, Save As.

FUNGSI SHIFT+F1-F12
1. SHIFT+F1 – Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
2. SHIFT+F2 – Menduplikat (copy) teks
3. SHIFT+F3 – Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
4. SHIFT+F4 – Mengulangi /melanjutkan proses pencarian Find atau GoTo
5. SHIFT+F5 – Meletakkan kursor pada posisi teks yang terakhir kali dilakukan perubahan
6. SHIFT+F6 – Menuju ke frame / panel sebelumnya
7. SHIFT+F7 – Membuka kotak dialog Thesaurus
8. SHIFT+F8 – Menghilangkan tanda penyorotan / seleksi
9. SHIFT+F9 – Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
10. SHIFT+F10 – Memperlihatkan menu klik kanan pada posisi kursor
11. SHIFT+F11 – Pindah ke field sebelumnya
12. SHIFT+F12 – Menyimpan dokumen. Ini sama dengan mengklik menu File, Save



FUNGSI CTRL+F1-F12
1. CTRL+F2 – Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar CTRL+F3 Mengambil teks untuk Autotext
13. CTRL+F4 – Menutup jendela dokumen (sekaligus menutup dokumen)
14. CTRL+F5 – Mengembalikan (restore) ukuran jendela dokumen setelah di maximize
15. CTRL+F6 – Pindah ke dokumen lain (jika membuka lebih dari satu file dokumen Word)
16. CTRL+F7 – Menjalankan perintah Move (shortcut untuk title bar)
17. CTRL+F8 – Menjalankan perintah Size (shortcut untuk title bar)
18. CTRL+F9 – Membuat sebuah field untuk karakter spesial (simbol)
19. CTRL+F10 – Membuat jendela micros#ft Word menjadi berukuran Maximize
20. CTRL+F11 – Mengunci field pada mail merge
21. CTRL+F12 – Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan mengklik menu File, Open.

FUNGSI ALT+F1-F12
1. ALT+F1 – Meletakkan kursor pada field berikutnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
2. ALT+F3 – Membuat sebuah entry AutoText
3. ALT+F4 – Keluar dari program aplikasi micros#ft Word
4. ALT+F5 – Mengembalikan ukuran jendela micros#ft Word jika sedang maximize.
5. ALT+F7 – Mencari kesalahan dalam penulisan. Ini bisa berfungsi jika kotak cek “Check spelling as you type” diaktifkan
6. ALT+F8 – Menjalankan sebuah macro.
7. ALT+F9 – Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
8. ALT+F10 – Memaksimalkan (maximize) tampilan jendela program micros#ft Word
9. ALT+F11 – Menampilkan jendela penulisan kode micros#ft Visual Basic

Senin, 28 Maret 2011

Buat Folder Anti Delete

Syaratnya Format Hardisk kamu harus NTFS:

1. Buka Folder Options,Pilih tab (View) sorot scroll bar paling bawah....... cari box (Use simple file sharing recommended).....hilangkan tanda centangnya.....
2.Cari folder yang akan ditentukan......klik kanan folder tsb pilih (properties),nanti akan muncul tab baru dengan nama security... 3.di Tab security tersebut pilih tab (Advanced)........nanti disitu banyak nama user,pilih user (System).....klik2x 4.setelah itu pada tab (Deny-Menolak) beri centang pada box (Delete sub Folder and File) dan Berikan pula pada box (Delete)......setelah diberi centang OK.....lalu lanjutkan hal seperti tadi pada user (Administrator).........ingat (Deny-Menolak) 5.Setelah selesai hal diatas coba hapus folder yang kamu edit tadi........... !!!!!!! jreng.....jreng......Acces Denied oui........!!!!!.......... ngk bisa terhapus gto............... 6.Selain fitur anti delete jg ada fitur lainya seperti foldernya nggk bisa ditambahin file lagi,ngk bisa dirubah,ngk bisa di masukin,Dan fitur lainya........
7.Caranya pada tab edit (Deny-Menolak) kamu pilih sendiri akses apa yang akan diblock........klo kamu ingin foldernya ngk bisa di hapus,dirubah,dan di masuki alias ngk bisa diapa-apain pilih box (Full Control).............
8.Untuk mengembalikannya ke Normal pada tab Deny hilangkan aja tanda centanganya.....atau kamu berikan centangan pada tab Allow..... oK
Sebenarnya fitur Security ini sudah lama ada? tetapi kitanya aja yang ngk tau.......Fitur ini sangat berguna sekali untuk kamu menyimpan file-file penting....agar terhindar dari tangan jahil....maupun dirusak oleh virus.........fitur ini lebih berguna dari fitur Encription.....

Ok selamat mencoba.......

Tambahan:
1.Fitur Security ini hanya berfungsi pada komputer kamu saja, klo folder yang sudah kamu edit tadi dibawa ke komputer lain maka kamu tdk akan bisa membukanya karena nama user yang berbeda..
2.Nah klo nama usernya berbeda atau menghilang kita harus menimbulkan kembali nama user-user yang ada pada komputer tersebut....
3.Caranya buka folder yg mengalami masalah tadi,lanjutkan (Properties) pilih tab (Advanced) pilih lagi Tab (Owner) pada (Change Owner to) klik user Administrator dan berikan centang pada (Replace owner on subcontainer and object) lalu pilih (Yes)...
4.Setelah selesai cara ke-3 lanjutkan pada Tab (Permission) berikan tanda centang pada (Inherit from parent the permission entries taht apply to child objects. Includes these with entries explicitly defined here) pilih Apply jawab yes lalu OK.... 5.Lihatlah nama user akan muncul kembali....

Jumat, 11 Maret 2011

Cara Instalasi Jaringan WAN

Peralatan
1.Kompas dan peta topografi
2.Penggaris dan busur derajat
3.Pensil, penghapus, alat tulis
4.GPS, altimeter, klinometer
5.Kaca pantul dan teropong
6.Radio komunikasi (HT)
7.Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8.Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9.Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10.Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11.Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12.Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi
1.Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2.Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5.Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6.Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1.Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3.Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6.Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8.Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10.Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

Pembuatan POE
1.Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4.Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1.Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2.Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3.Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5.Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1.Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4.Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1.Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1.Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2.Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5.Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1.Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3.Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4.Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1.Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10.Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

Kumpulan daftar perintah “Command Prompt”

Mengenai Saya